Hibah penelitian kerja sama antarperguruan tinggi

Jumlah Dana Maksimal: Rp. 75 jt / Periode
Waktu pelaksanaan: Maksimum 2 Periode
Penerimaan Proposal: Akhir Maret
Sumber dana: DP2M DIKTI

Melalui berbagai program pembinaan penelitian yang telah dilaksanakan oleh Ditjen Dikti (Depdiknas) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi, serta berbagai investasi pemerintah, telah berkembang cukup banyak pusat-pusat penelitian maupun kelompokkelompok peneliti unggulan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kelompok peneliti, laboratorium, dan pusat penelitian tersebut telah memiliki kemampuan dan suasana akademik yang kondusif untuk pengembangan dan pelaksanaan penelitian yang baik. Sementara itu masih cukup banyak dosen di berbagai perguruan tinggi yang relatif masih perlu meningkatkan kemampuan melaksanakan penelitian yang bermutu baik. Perkembangan kelompok peneliti, laboratorium, maupun pusat penelitian yang baik tersebut belum merata pada perguruan tinggi di Indonesia. Demikian pula akses ke fasilitas penelitian yang baik dan lengkap. Oleh karena itu kerja sama penelitian antarperguruan tinggi di Indonesia masih perlu didorong dan ditingkatkan sehingga sinergi pelaksanaan penelitian dapat lebih meningkat dan dioptimalkan. Untuk itu mulai tahun 2003, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi meluncurkan Program Hibah Penelitian Kerjasama Antarperguruan Tinggi (Hibah Pekerti). Tujuan Hibah Pekerti adalah untuk memberikan wadah kepada dosen/kelompok peneliti yang relatif baru berkembang dalam kemampuan menelitinya untuk dapat memanfaatkan sarana dan keahlian, serta mengadopsi dan mencontoh budaya penelitian yang baik dari kelompok peneliti yang lebih maju di perguruan tinggi lain dalam melaksanakan penelitian yang bermutu. Program ini bertujuan pula untuk membangun kerja sama penelitian antarperguruan tinggi di Indonesia. Bidang penelitian yang dapat diusulkan dalam program Hibah Pekerti meliputi semua bidang ipteks. Kelompok peneliti yang relatif baru berkembang berperan sebagai pengusul (selanjutnya disebut Tim Peneliti Pengusul, TPP), sedangkan kelompok peneliti lebih maju di perguruan tinggi lain bertindak sebagai Tim Peneliti Mitra (TPM).

Print Friendly, PDF & Email

You may also like...